Dari Laut Menuju Kekuatan Dunia: Membangun Keamanan Maritim Adaptif Menghadapi Ancaman Hibrida Di Era Prabowo Subianto
DOI:
https://doi.org/10.52307/5d5q6906Kata Kunci:
keamanan maritim, ancaman hibrida, TNI AL, Seskoal, Pertahanan Laut AdaptifAbstrak
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menghadapi spektrum ancaman maritim yang kian kompleks, terutama dalam bentuk ancaman hibrida yang bersifat non konvensional, terkoordinasi, dan lintas domain. Artikel ini menganalisis strategi
pembangunan keamanan maritim adaptif Indonesia melalui pendekatan sinergis antara kekuatan militer (TNI AL), kapasitas akademik (Seskoal/ Pusjianmar), serta dukungan fiskal dan industri (pemerintah dan industri pertahanan). Melalui kajian literatur dan kebijakan terkini, ditemukan bahwa modernisasi alutsista, integrasi sistem informasi maritim, peningkatan kapasitas riset strategis, serta kebijakan fiskal progresif menjadi fondasi utama dalam memperkuat daya tangkal Indonesia terhadap ancaman di laut. Kajian ini merekomendasikan pembentukan pusat komando ancaman hibrida maritim, percepatan alih teknologi dalam industri pertahanan laut, dan strategi komunikasi publik untuk menangkal disinformasi. Keseluruhan analisis menunjukkan bahwa keberhasilan pertahanan maritim Indonesia bergantung pada respons yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis pengetahuan dalam kerangka geostrategi nasional era Prabowo Subianto.