Pengembangan Autonomous Unmanned Surface Vehicle Nasional Untuk Pertahanan Maritim Dan Penanggulangan Bencana
DOI:
https://doi.org/10.52307/sxwgnb89Kata Kunci:
USV nasional; pertahanan maritim; penanggulangan bencana; industri pertahanan sistem otonomAbstrak
Karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menimbulkan kebutuhan akan sarana yang mampu melaksanakan pengawasan, pengumpulan informasi, pengiriman logistik, serta respons awal secara luas dan berkesinambungan. Ketergantungan pada unsur berawak menghadirkan keterbatasan berupa kebutuhan personel, waktu mobilisasi, dukungan pangkalan, biaya operasi, dan risiko keselamatan, terutama untuk misi rutin, berulang, berjarak jauh, atau dilaksanakan pada daerah berbahaya. Kajian ini bertujuan merumuskan arah pengembangan autonomous unmanned surface vehicle (USV) nasional yang dapat digunakan untuk mendukung pertahanan maritim sekaligus penanggulangan bencana. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian konseptual. Data sekunder dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis kebutuhan, analisis kesenjangan, dan analisis sistem terhadap perkembangan teknologi USV, kebutuhan operasional, keselamatan, komunikasi, keamanan siber, serta kebijakan industri pertahanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Indonesia telah memiliki kemampuan awal pada perancangan, integrasi sensor, navigasi, dan pengendalian USV, tetapi pengembangannya masih didominasi purwarupa dan belum terintegrasi sebagai sistem operasi yang berkelanjutan. Karena itu, USV nasional perlu dibangun sebagai sistem terpadu yang mencakup wahana modular, pusat kendali, komunikasi berlapis, paket misi, sumber daya manusia, prosedur operasi, pengujian bertahap, serta dukungan industri dalam negeri. Pengembangan melalui konsorsium lintas instansi diharapkan menghasilkan platform dasar yang dapat dikonfigurasi untuk pengawasan maritim, relai komunikasi, pencarian dan pertolongan, pengiriman bantuan awal, serta tugas pendukung lainnya dengan kendali tetap pada manusia.