Menjawab Ancaman Hibrida Model Tata Kelola Sishankamrata Untuk Membangun Keamanan Maritim Nasional Yang Terintegrasi
DOI:
https://doi.org/10.52307/w62h4135Kata Kunci:
Keamanan Maritim, Ancaman Hibrida, Sishankamrata, Tata kelola Keamanan, KodaeralAbstrak
Menghadapi Ancaman Hibrida di era globalisasi, Indonesia menghadapi tantangan keamanan maritim yang fundamental. Sifat ancaman yang ambigu dan multidimensi secara sengaja dirancang untuk mengeksploitasi kesenjangan tata telola antar-lembaga yang masih bersifat sektoral . Tulisan ini berargumen bahwa solusi membangun keamanan maritim nasional tidak terletak pada penciptaan doktrin baru melainkan pada revitalisasi implementasi Sishankamrata, yang merupakan kerangka Whole-of-Society otentik Indonesia . Menggunakan metode analisis konten kualitatif terhadap Doktrin Pertahanan Negara sebagai data primer, tulisan ini menganalisis kesenjangan fundamental antara mandat doktrin—yang menempatkan k/l sebagai unsur utama penanganan ancaman nirmiliter —dan praktik operasional yang tumpang tindih, seperti terbukti dalam studi kasus
IUUF di Laut Natuna Utara . Momentum reorganisasi TNI AL melalui pembentukan Kodaeral harus dimanfaatkan untuk menjembatani kesenjangan. Solusi inovatif yang ditawarkan adalah mengoperasionalkan Kodaeral sebagai enabler OMSP (Operasi Militer Selain Perang) yang berfungsi sebagai fasilitator tata kelola untuk mengorkestrasi seluruh unsur utama (K/L) dan komponen endukung (Swasta/Masyarakat) dalam sebuah basis gerilya modern yang terintegrasi.